Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Thursday, October 15, 2009

Banyak jemur, banyak jerawat??

Pengaruh sinar matahari pada jerawat memang masih banyak diperbincangkan. Sebagian orang merasa jerawat wajah membaik setelah berjemur. Benarkah demikian? Semoga penjelasan berikut dapat menambah wawasan kita semua ya.


EFEK PAJANAN SINAR MATAHARI PADA KULIT

Kulit kita akan mengalami perubahan-perubahan tertentu saat banyak menerima pajanan sinar matahari. Secara garis besar, perubahan ini dibagi menjadi:
  • Visible changes → yaitu perubahan yang kasat mata. Perubahan ini dapat kita lihat secara langsung pada kulit, misalnya timbul kemerahan segera (sunburn). Biasa diakibatkan oleh kandungan UVB pada radiasi sinar matahari. Dapat pula terjadi perubahan warna kulit menjadi lebih gelap kecoklatan (sun tanning). Tanning umumnya tidak terjadi segera, namun baru terlihat beberapa hari pasca banyak jemur.
  • Nonvisible changes → perubahan yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang. Perubahan terjadi pada struktur kulit, biasa diketahui dari hasil pemeriksaan histopatologi, jadi berasal dari potongan kecil kulit yang diambil, kemudian dilihat di bawah mikroskop. Ternyata pada kulit yang banyak mendapat pajanan sinar matahari, akan terjadi penebalan pada lapisan kulit luar. Sebenarnya hal ini merupakan respons protective normal kulit untuk mengurangi bahaya radiasi matahari

Semua orang tahu bahwa salah satu faktor yang berperan sangat penting pada proses pembentukan jerawat adalah sumbatan. Ternyata kulit yang menjadi menebal, akan menyebabkan sumbatan lebih mudah terjadi, akibatnya risiko terjadinya jerawat akan lebih besar.

Pada orang berkulit sawo matang, biasanya bila banyak berjemur, yang akan terjadi adalah sun tanning. Warna kulit akan menjadi lebih coklat gelap. Pada mereka yang berjerawat, warna kulit yang menjadi lebih gelap, seakan-akan menyamarkan jerawat yang ada. Sehingga, kondisi jerawat seakan-akan membaik. Namun, bila pajanan matahari itu menjadi berlebihan, maka nonvisible changes yang telah dijelaskan di atas, akan mulai memicu pembentukan jerawat menjadi lebih banyak.

Yang perlu diketahui adalah pada orang yang berobat ke dokter untuk mengatasi masalah jerawat, biasanya akan mendapatkan antibiotik golongan tetrasiklin (antibiotik pilihan untuk jerawat). Masalahnya, doksisiklin dan minosiklin, golongan tetrasiklin yang sering digunakan, umumnya bersifat photosensitive, menyebabkan kulit menjadi lebih cepat mejadi merah dan sensitive terhadap sinar matahari. Bila hal ini terjadi, jerawat akan menjadi lebih kemerahan, tampak lebih parah. Sebaiknya hindari sinar matahari bila anda mengkonsumsi obat-obat tersebut.

Pengaruh matahari pada jerawat agak menyulitkan pengobatan jerawat. Sebagian besar tabir surya bersifat komedogenik, merangsang munculnya komedo, dan sering menyebabkan muka semakin berminyak. Penggunaan tabir surya pada kondisi jerawat sebaiknya disertai dengan pemilihan tabir surya berbahan dasar gel, yang kurang komedogenik.

Semoga penjelasan ini membantu menambah wawasan para blogger ya....

14 comments:

  1. info yang menarik... tabir surya dan acne prone skin emang susah2 gampang yah dok, ga pake salah, dipake pun bisa salah juga kalau ternyata malah komedogenik

    ReplyDelete
  2. Thanks for the comment...Memang kadang akhirnya trial and error... kalo tidak cocok, segera stop. Yang penting jangan merasa sayang karena sudah beli mahal-mahal... daripada kulit makin bermasalah....

    ReplyDelete
  3. dokter, klo saya berjemur iya emang merah dok, trus nanti besok nya item deh kulitnya... cara supaya kulit yg memerah itu gak jadi item dilakukan apa yah dok? ada saran misalnya di kompres ato gmn gak dok supaya gak jadi item setelahnya... abis saya takutnya malah jadi timgul dflek2 item gt abis bejemur n memerah muka saya...

    ReplyDelete
  4. Halo Pink... Sebenarnya yang paling tepat adalah mencegah jangan sampe terbakar kulitnya... Jadi pakai sunblock aja 30 menit sebelum kena jemur... Sesuaikan dengan tipe kulit kamu ya... Kalo merahnya ringan dengan krim-krim biasa juga ada eek soothing... tapi kalo berat mendingan langsung ke dokter kulit terdekat ya...

    ReplyDelete
  5. kalo jerawat saya ini aneh dok. muncul nya itu ndak jelas penyebabnya apa. jarang dia muncul yang gede dan meradang, tapi lebih banyak yang kecil-kecil dan banyak di sekitar dahi, bagian atas hidung dan pipi. kadang saya bingung harus mengobati dengan apa, takutnya salah-salah terapi malah jadi efek samping. di punggung dan dada saya juga ada muncul jerawat seperti itu. apakah mesti saya jauhi sinar matahari juga dok? apa doksisiklin bisa membantu? terapi apa yang kira-kira pas dok...terimakasih...

    ReplyDelete
  6. Jerawat kecil-kecil malah susah ngobatinnya...
    Sinar matahai secara teoritis berpotensial bikin nambah jerawatan..apalagi klo ada aktivitas fisik yang buta keingat..jerawat tambah gak mau pergi
    doksisiklin boleh dicoba...asal gak alergi ya...

    ReplyDelete
  7. dokter, di wajah saya muncul jerawat satu gede terus sama dokter kulit saya diberi doksisiklin tapi kok jumlahnya banyak banget ya.. itu harus habis kah ? atau boleh dihentikan sebelum habis ? terima kasih dok atas tanggapannya..

    ReplyDelete
  8. Klo saya biasanya jerawat besar saya suntik aja biar cepet kempes... Masalah obat minum tergantung dokternya... Secara teoritis doksisiklin punya sifat antiradang, sehingga mengurangi kemungkinan jerawat...soal habis atau tidak tergantung maksud pengobatan dokternya....Jadi walau cuma 1, tapi kamu lagi berisiko jerawatan bisa saja diberi banyak...tapi kalo cuma incidental gak perlu juga...tergantung analisis dokternya ya

    ReplyDelete
  9. dokter, akhirnya masalah saya ini, jerawat yang besar sekali, diinjeksi juga akhirnya, tapi sampai sekarang masih kemerahan. pembuluh darah nya keliatan trus jaringan lemakya nampak. dokter itu kenapa ya ? akhirnya dikasi cream aza tapi gak ada perbaikan sampai sekarang. dokter baiknya di gimanain ya dokter? mohon bantuannya dok, saya sudah hopeless

    ReplyDelete
  10. Halo Erika... jadi bekasnya tinggal apa ya? klo ada bintik kekuningan biasanya sih masih ada sisa debris...ke dokter aja buat dibersihin...dipencet juga sih...klo kemerahan gak hilang dengan AZA biasanya harus dilaser dengan vbeam.... Kamu coba konsultasi dengan dokter terdekat ya...

    ReplyDelete
  11. masih kemerahan seperti urat gitu dokter, pembuluh darahnya kelihatan.. sepertinya efek injeksi kortikosteroidnya itu.. berarti musti di laser vbeam ya dok? makasi ya dokter infonya, gak nyangka bakalan di respon cepat sama dokter :)

    ReplyDelete
  12. dok saya mau tanya seputar doksisiklin.
    itu aman ga dok?
    saya ada satu jerawat lmyn besar. semingguan dikasih krim oleh dokter blm kecil jg, padahal yg lainnya sudah.
    akhirnya dokter saya menyarankan penggunaan doksisiklin 2x sehari selama 5 hr.
    kl boleh tahu, doksisiklin tsb gunanya untuk apa ya? untuk mengecilkan jerawat atau giman?
    makasih sebelumnya dok.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman... Tapi sesuai anjuran ya... Bisa digunakan utk jerawat...asal gak hamil... Fungsi utk mengurangi peradangan pd jerawat...

      Delete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.