Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Tuesday, October 13, 2009

Kosmetik aman, hati tentram

Kosmetik?? Rasanya semua orang pernah memakainya. Penggunaan kosmetik tidak bisa dilepaskan dari rutinitas sehari-hari. Potensi penjualan yang teramat besar menyebabkan berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus jenis dan merek kosmetik beredar, legal maupun ilegal. Kosmetik biasanya dijual secara bebas, sehingga membutuhkan kejelian konsumen saat membeli.

Kosmetik merupakan semua bahan yang dioleskan pada kulit, bertujuan membersihkan, mempercantik, memperwangi, meningkatkan daya tarik dan mengubah penampilan. Dahulu dianggap tidak ada penyerapan bahan kosmetik melalui kulit, namun anggapan ini salah. Penyerapan tetap terjadi, meski dalam jumlah kecil. Karena kosmetik digunakan jangka panjang, maka keamanan adalah syarat mutlak.

Kosmetik dikatakan aman bila tidak menimbulkan efek sistemik (misalnya gangguan hati atau ginjal, kanker kulit), tidak mengakibatkan iritasi berlebihan pada sebagian besar orang, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Bahan kimia berbahaya yang tidak boleh terkandung dalam kosmetik:

  • Logam berat, misalnya merkuri

  • Zat korosif (terlalu asam atau terlalu basa) yang merusak kulit

  • Hidrokarbon polisiklik

  • Zat karsinogenik (berpotensi menimbulkan kanker)

  • Zat teratogenik (berpotensi menimbulkan kecacatan janin)


Pada praktiknya sangat sulit untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya dalam kosmetik. Hampir mustahil ada produsen yang mencantumkan bahan berbahaya tersebut walaupun misalnya ada.

Secara praktis, ikuti 4 langkah sederhana berikut:

  1. Pastikan tercantum no registrasi POM/DepKes. Bila tak ada, mungkin kosmetik tersebut barang ilegal yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya. Sebelum memberikan no registrasi, POM/DepKes melakukan serangkaian pengkajian mendalam untuk menilai efektifitas dan keamanan.

  2. Lihatlah apakah ada nama produsen. Hindari membeli kosmetik tanpa nama produsen, karena mungkin hasil produksinya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

  3. Luangkan waktu sejenak membaca kemasan. Pelajari tentang kandungan bahan-bahan, cara pemakaian, frekuensi pemakaian, area tubuh yang sebaiknya dihindari, lama pemakaian yang dianjurkan, dan batasan usia.

  4. Lakukan pengujian pribadi terlebih dahulu untuk menghindari reaksi alergi/iritasi berlebihan. Oleskan sedikit bahan kosmetik pada kulit di belakang telinga selama 3-5 hari. Bila tidak terjadi reaksi alergi/iritasi, maka biasanya juga tidak akan terjadi reaksi pada wajah.

Selamat memilih kosmetik yang aman!

Sumber:

Textbook of Cosmetic Dermatology, 3rd edition, 2005.

2 comments:

  1. Halo dokter Susi.

    Boleh ga aku minta informasi mengenai literatur "Textbook of Cosmetic Dermatology 3rd edition" yang lebih lengkap (nama pengarang, kota terbit, tahun terbit dan penerbit)? Saya mau jadikan literatur untuk tugas kuliah saya.

    Terimakasih sebelumnya.

    Regards,
    Kiki

    ReplyDelete
  2. Halo Kiki... anti saya cari dulu ya... soalnya sempet renovasi rumah jadi buku pada berantakan dech...

    ReplyDelete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.