Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Saturday, January 9, 2010

Anak spesial, Ibu spesial

Ada yang spesial saat praktek hari ini... Hal yang mengharukan, membuat saya bersyukur atas semua berkat dan terkagum-kagum atas ketabahan seorang ibu.

Pagi ini saya diminta oleh seorang dokter ahli penyakit paru, untuk melihat pasiennya yang sedang dirawat inap di RS Puri Indah. Pasien itu menderita jerawat di wajah dan dadanya. Penyakit kulitnya sih biasa saja memang... tapi pasien ini juga menderita CP (cerebral palsy). CP adalah suatu penyakit neurologis/saraf berat akibat adanya kerusakan pada otak... biasa penderita sering kejang, memiliki gangguan motorik, gangguan kecerdasan, gangguan komukasi, dsb. Kelainan otak ini biasa diderita sejak lahir. Saya tidak akan bercerita tentang CP, karena memang tak punya kapabilitas memadai tentang penyakit ini.
Pasien CP ini seorang wanita, berusia 29 tahun, terbaring lemah..... Saat saya melihatnya di ruang perawatan VIP, saya tahu bahwa tidak mungkin saya berkomukasi dengannya... tapi saya tetap mengucapkan salam. Pasien ini sangat lemah, kurus dengan kedua lengan dan tungkai yang sudah mengecil... Oh keadaan yang mengenaskan, setiap orang yang melihat pasti akan jatuh kasihan. Saat pertama, ibu pasien sedang di kamar mandi. Sebelum bertemu beliau, saya berpikir ibunya pasti sudah berumur paling sedikit 50 tahunan (ayahnya tampak berusia 60 tahunan), yang mungkin tampak tua dan lelah.... kemudian saya bertemu dengan ibunya...
Saya kaget... semua yang saya lihat di luar perkiraan.

Saya berhadapan dengan seorang ibu yang tampak berusia 45 tahunan, dengan muka cerah,... tidak tampak sedikitpun kelelahan pada wajahnya... seorang yang sangat ramah. Melihat wajah ibu ini, saya percaya si pasien, walaupun kita tidak tahu apakah dia dapat merasakannya atau tidak, telah mendapatkan kasih sayang, perhatian melimpah yang tak habis-habisnya selama 29 TAHUN!! Saya telah beberapa kali bertemu dengan yang memiliki anak berkebutuhan khusus (anak spesial), namun tidak pernah saya melihat ibu yang seperti ini.....

Biasanya orang tua yang diberi kesempatan mengasuh anak spesial, awalnya akan memiliki perasaan marah dan menolak... kemudian pasrah dan berusaha sekuat tenaga mencari pengobatan yang terbaik untuk putra/putri mereka selama beberapa tahun kemudian. Bila setelah bertahun-tahun tanpa hasil, biasanya saya rasa orang akan mulai menyerah lagi... Ada orang tua pasien CP lain yang mencarikan 1-2 orang pembantu untuk merawat anaknya... tanpa mau banyak direpotkan lagi.

Ibu ini bercerita setiap hari menu makanan anaknya tetap dikontrol, untuk memberikan asupan nutrisi yang terbaik untuk anaknya... terus menerus selama 29 TAHUN!! Walau saya yakin, ibunya sendiri memahami bahwa sangat kecil kemungkinan anaknya akan pulih... namun dia terus merawat anaknya dengan kasih sayang yang luar biasa.... Jerawat di wajah sang anak bahkan ingin diobati sehingga saya dipanggil datang... Padahal saya yakin anaknya tidak pernah meminta dan peduli dengan kondisi wajahnya.

Hal ini membuat saya merenung... Berapa kali saya mengomel gara-gara anak saya yang kecil ngompol di celana? Berapa kali saya dibuat kesel melihat anak saya menumpahkan susunya? Berapa kali saya menjadi pusing kepala karena anak saya terlalu banyak bertanya? Berapa kali saya marah melihat ulangan anak saya jelek?

Bagaimana sang ibu yang spesial ini menjalani dan mendampingi anaknya selam 29 tahun?? Anaknya selalu mengompol, anaknya tidak pernah bisa minum susu sendiri, anaknya selalu membisu tak pernah berbicara... dan tak akan pernah bersekolah...

Saya berterima kasih masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk melihat bukti kasih ibu yang luar biasa di bumi ini.... dan saya bersyukur boleh diingatkan kembali betapa setiap orang termasuk saya adalah orang yang paling beruntung dengan porsinya masing-masing...

2 comments:

  1. terharu bacanya dok...
    apalagi saya sering menterlantarkan anak gara gara harus kejar setoran di dapur...
    padahal kita kita ini masih sangat jauh lebih beruntung di banding ibu yg spesial ini ya dok....

    ReplyDelete
  2. yup... bener banget...saya juga sering cepet kesel sama anak-anak saya hanya karena kesalahan kecil... tapi penyesalan selalu datang belakangan ya... dan yang paling sulit adalah mencegah tak melakukannya lagi, karena tetap aja diulangi

    ReplyDelete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.