Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Thursday, January 7, 2010

KETOMBE: pakai hitam?? Pasti takut.....!!

Hehehe, malam ini tiba-tiba aja kepengen menulis tentang ketombe... gara-gara ingat tagline salah satu produk shampoo terkenal.

Ketombe memang bikin gemas.... tak heran, karena sering secara salah kaprah, dikaitkan dengan faktor kebersihan diri. Mana ada orang yang mau dianggap kotor? Sehingga, sebagian besar pasien selalu mengutarakan kalimat “padahal saya rajin keramas lho, dok, tapi tetap aja ketombenya gak mau pergi”.

Ketombe adalah suatu kelainan kulit kepala yang ditandai dengan pelepasan sisik/kulit mati secara berlebihan, sehingga noticeable. Normalnya, memang ada pelepasan kulit mati, namun biasanya dapat diabaikan, karena jumlah sangat sedikit sehingga hampir tak terlihat. Ketombe dapat disertai gatal maupun tidak. Bila dilihat dengan seksama, seringkali kulit kepala tampak lebih merah dan iritatif dari biasanya, walaupun ada juga yang kondisi kulit kepalanya tenang-tenang saja.

Pada keadaan yang berat dan parah, ternyata ketombe tidak hanya mengenai kulit kepala, tapi juga bisa sampai mengenai daerah dahi, alis, belakang telinga, sekitar hidung, dada dan punggung. Bila sudah meluas seperti ini, disebut sebagai dermatitis seboroik atau eksim ketombe.


Mengapa terjadi ketombe?


Faktor pencetusnya multifaktorial (alias banyak...).
Pencetus utama ketombe adalah keadaan kulit kepala yang berminyak, infeksi jamur Malassezia sp dan kerentanan seseorang (mungkin terkait genetik).

Faktor kulit berminyak dan infeksi jamur Malassezia sebenarnya berkaitan. Sebum, yang diproduksi oleh kelenjar minyak adalah sumber makanan bagi jamur ini. Bila sebum banyak, maka biasanya jamur overgrowth. Jamur Malassezia akan mencerna sebum, menghasilkan suatu metabolit yang menyebabkan peradangan, dan pelepasan kulit mati lebih cepat.

Jamur Malassezia adalah jamur komensal yang atas di permukaan kulit kita, terutama pada daerah yang banyak kelenjar minyaknya. Jamur ini berkembang lebih pesat bila daya tahan/imunitas seseorang menurun. Tidak heran bila kasus ketombe lebih sering dan lebih parah pada pasien dengan HIV/AIDS.

Faktor lain yang juga berperan adalah faktor emotional stress. Paling sulit di-manage. Setiap pasien kalau ditanya apakah lagi stress, jawabannya “mana ada orang hidup tidak stress, dok??” Bener juga sih.... Ada pasien saya kalau lagi pusing banyak kerjaan, sulit tidur,... dia tahu sebentar lagi pasti ketombean lagi! Hahaha


Pengobatan ketombe

Mengobati ketombe perlu ketekunan, karena tidak cukup 1-2 minggu saja. Sering keramas merupakan salah satu yang dapat menunjang kesembuhan, karena dengan sering dikeramas, sisik yang sudah terbentuk sebelumnya cepat disingkirkan. Namun sering kali pembentukan sisik baru terus berlangsung, sehingga rajin keramas saja tidak cukup. Jadi ingat, ketombe tidak identik dengan kebersihan diri yang buruk ya.

Yang paling praktis adalah memakai shampoo yang punya efek antijamur, sehingga tidak hanya membersihkan, tapi juga mengurangi jamur Malassezia sehingga bekerja lebih efektif dari sekedar rajin keramas dengan shampoo biasa.

Bila tidak berkurang juga, konsultasikan dengan dokter. Pada keadaan yang parah, mungkin dokter akan memberikan tambahan obat kortikosteroid dan obat minum antijamur.

Bila sudah teratasi, pakai hitam? Siapa takutt... Hahaha

10 comments:

  1. dok saya mau tny nih, thn lalu saya pernah ke dokter kulit. karna di muka saya itu ada merah2 yang cukup lebar. dokter sempat bingung karna itu bukan jerawat. beliau hny mengatakan saya seperti kena dermatitis seboroik. awalnya saya bingung penyakit ini. karna srg hilang dan kambuh. tp susah sekali hilangnya. dan dia jg sudah memberikan bbrp krim tp hasilnya tidak ada perubahan, sampai kulit muka saya di ambil samplenya utk di cek di lab. dan hasilnya bukan infeksi jamur. kulit saya ini tidak gatal hanya merah saja tp sangat mengganggu penampilan saya dok. saya cukup stres memikirkannya. karna sudah bbrp dokter saya datangi dan tidak ada perubahan jg. apakah memang penyakit ini susah utk disembuhkan? apakah penyebab dr penyakit ini dok? trims

    ReplyDelete
  2. Maaf dok saya lupa ksh nama. Saya tomy. Trims

    ReplyDelete
  3. Halo Tomy... Memang masih mungkin dermatitis seboroik... Susah disembuhin Krn pengaruh utamanya stress...bbrp teori terakhir mengaitkan dgn infeksi Jamur malassezia...cuma klo diperiksa Kerokannya emg susah ditemukan...
    Tetapi juga hrs dipikirkan kemgkn lain....misalnya lupus, psoriasis.... Klo gak sembuh juga sih anjurannya biopsy....

    ReplyDelete
  4. Ini tomy dok. Biopsi itu maksudnya diapakan yah dok? Apakah ini muncul karna tertular dr org lain atau dr dlm tubuh kita sndiri yah dok? Oia dok adakah penyakit kulit lainnya yg bisa tertular melalui keringat? Karna saya suka gym dan takut tertular melalui keringat org lain melalui alat2nya. Trima kasih.

    ReplyDelete
  5. @ Tomy: biopsi artinya diambil sample kulitnya dari kulit bermasalah dengan cara operasi...kecil banget yg diambil...
    Biasanya sih dari diri sendiri kok...bukan penyakit menular...
    Klo cuma sekedar lewat keringat sih kaykanya gak ya

    ReplyDelete
  6. hallo dok.. saya andi.. di dada saya keluar bintik merah kayak jerawat sekitar 10 pcs... dan saya sudah ke dokter dan katanya pittyrosporus foliculitis.. artinya apa yah? dan bagaimana pengobatannya? dan keluarnya pittyrosporus folliculities ini salah satu gejala dari HIV/AIDS? thanks dok...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muncul setelah minum obat tertentu gak ya? Klo iya, acneiform eruption masih mungkin...
      Pityrosporum foliculitis disebabkan oleh jamur...walah gak selalu berhubungan dengan HIV kok.... Biasanya minum antijamur..

      Delete
  7. Dok nama saya heny, dulu saya hobby berenang, dan rambut saya sempat mjd kering. Tapi saya rajin Keramas setiap hari.. Pakai conditioner juga sehabis keramas. Saya juga suka pakai masker rambut.. Tapi rambut saya tetap saja ketombean. Dan rambut saya rontok terus setiap kali disisir. Apakah ketombean selalu disebabkan oleh jamur? Kira2 jika saya memakai selsun shampoo bisakah mengatasi ketombe? Berapa lama kira2 jangka waktu pemakaiannya..? Bagaimana dok solusinya :-( terima kasih sebelumnya dok :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak selalu karena jamur...stress juga bisa.. Boleh Aja dicoba ya

      Delete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.