Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Saturday, January 30, 2010

Stretch mark: musuh ibu saat kehamilan

Hari ini lagi kepengen nulis tentang salah satu topik acara bincang sehat di RS Puri Indah hari Sabtu kemarin.... Sebenarnya topiknya tentang "kelainan kulit pada kehamilan"... tapi terlalu panjang kayaknya... Jadi saya pilih tentang kelainan yang paling sering dan paling mengganggu dan terus ada menjadi tanda usai persalinan.

Kehamilan merupakan suatu periode yang sangat ditunggu oleh setiap perempuan yang sudah berumah tangga... Walaupun tidak setiap waktu dalam masa kehamilan itu indah... karena ada masa-masa mual disertai muntah pada kehamilan muda yang pada beberapa orang terjadi sangat hebat sehingga memerlukan rawat inap di rumah sakit... ada masa-masa perut sudah begitu besarnya pada kehamilan tua sehingga membuat segala gerakan menjadi berat dan tidak mudah dilakukan, tidur terasa begah, jalan cepat lelah.... namun biasanya semua hal itu akan tinggal menjadi kenangan indah saat sang bayi sudah lahir..

Biasanya ibu-ibu selalu bilang, " semua itu itu ada harganya.... gak menyesal melalui semua masa berat kehamilan dan sakit persalinan... begitu melihat bayiku, semua terbayarkan...!"

Memang kita makhluk melankolis, ya...

Tapi, ada suatu tanda "sisa" kehamilan yang seringkali tidak pernah hilang dan membuat jelek tubuh perempuan, yaitu stretch mark... Mempunyai seorang bayi yang cantik atau tampan, tidak berarti menghilangkan rasa sebel ada garis-garis kemerahan/kehitaman/keputihan tersebut....:)

STRETCH MARK
adalah suatu kelainan kulit yang kerap kali terjadi pada kehamilan, namun tidak semua stretch mark muncul akibat kehamilan ya... Yang terjadi pada kehamilan biasa secara spesifik disebut sebagai striae gravidarum.

Bentuknya berupa garis-garis linear/memanjang (biasanya dengan arah vertikal tubuh) dengan warna bervariasi (merah pada yang baru, kehitaman atau agak putih pada stretch mark yang sudah lama). Hal ini terjadi karena perut berusaha mengakomodasi besar bayi dengan cara melakukan 'stretching'... bila tarikan terlalu berlebih kulit seakan-akan 'pecah'. Fakto lain yang berperan adalah faktor hormon.

Sekitar 50-90 persen perempuan calo ibu mengalami kelainan ini dan umumnya semakin nyata/disadari pada kehamilan tua (trimester 3). Lokasi yang sering adalah perut bagian bawah, payudara, lengan atas, paha dan bokong.

Faktor risiko
Biasa lebih sering terjadi pada:
  • Kehamilan dengan ibu usia muda
  • kehamilan besar (anak yang dikandung besar atau kembar)
  • Kehamilan dengan peningkatan berat badan yang cepat (maksimal seharusnya cuma 1-1.5 kg pada trimester 3)
  • Memiliki faktor keturunan
Pencegahan
Selama ini banyak ibu hamil berusaha menggunakan krim-krim antistretch mark... namun hal ini tidak selalu berhasil... apalagi banyak ibu mengoleskannya setelah ada tanda-tanda awal akan munculnya strecthmark tersebut.

Penggunaan krim-krim ini sebaiknya dari awal kehamilan, yang bertujuan melembutkan kulit, menambah elatisitas kulit, sehingga saat ada regangan berlebih saat bayi semakin besar, diharapkan kulit dapat menerimanya tanpa menjadi 'pecah'.

Biasanya krim-krim tersebut mengandung vitamin E, allantoin, kolagen, ekstrak centella asiatica, vitamin A, asam hialuronat, dll... namun hasilnya sangat bervariasi, dan bukti ilmiah mengenai efektifitas krim-krim ini masih sangat terbatas.

Pengaturan kenaikan BB selama kehamilan merupakan faktor sangat penting. Selama masa kehamilan, jagalah agar kenaikan BB tidak terlalu berlebih, biasanya berkisar 9-12kg.

Pengobatan
Bila stretch mark sudah terlanjur terjadi, pemberian krim di atas tetap dilanjutkan dengan harapan tidak bertambah parah.

Bila masa persalinan sudah usai, terapi untuk pemulihan dapat segera dilakukan saat ibu sudah siap. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
  • pengolesan krim yang bersifat antiaging
  • percutaneous collagen induction (dengan roller kulit)
  • laser vaskular
  • dermabrasi (sudah jarang dilakukan)
Krim antiaging (mengandung tretinoin, AHA) diberikan karena merangsang pembentukan dan regenerasi kolagen.
Namun, sampai saat ini, semua terapi yang tersedia belum dapat memberikan angka kesembuhan yang memuaskan.

Yang juga perlu dipertimbangkan adalah apakah masih inigin hamil lagi... karena biasanya stretch mark baru tetap akan muncul lagi pada kehamilan berikutnya.

Semoga bermanfaat....

No comments:

Post a Comment

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.