Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Saturday, January 8, 2011

Reaksi obat tidak dapat diramalkan

Pada seminggu terakhir ini, saya mendapatkan kasus alergi obat. Kasus pertama terjadi pada seorang lansia akibat minum obat untuk mengatasi asam urat. Kebetulan kasus ini mengenai ibu dari seorang teman SD saya. Untung keadaannya tak terlalu berat, sehingga cukup rawat jalan saya. Tadi siang beliau kontrol, keadaan sudah lebih membaik.

Kasus kedua terjadi pada seorang anak, yang mengalami reaksi alergi obat yang berat, yaitu sindrom Stevens Johnson (SSJ), yang dicurigai diakibatkan oleh obat anti kejang. SSJ merupakan suatu bentuk alergi obat berat, yang berpotensi fatal bila tak tertangani dengan baik. Jenis alergi obat yang lebih berat adalah TEN (toxic epidermal necrotizing) dan sindrom hipersensitif.


Reaksi obat tidak dapat diramalkan atau diprediksi terjadinya. Reaksi obat dapat terjadi secara tak terduga pada siapa saja. Semua obat, baik obat yang bersifat kimiawis maupun herbal/tradisional mungkin saja menjadi penyebab munculnya reaksi obat tersebut. Sangat salah besar bila orang menganggap jamu tak mungkin menimbulkan reaksi alergi.

Reaksi obat dapat saja terjadi secara cepat (hitungan menit sampai jam), namun juga mungkin muncul secara lambat ( setelah minum obat berminggu-minggu). Reaksi obat tipe cepat biasanya berbentuk bentol/biduran atau syok, yang dapat timbul segera, dan biasanya perlu penanganan segera. Sedangkan reaksi dengan tipe yang lebih lambat bisa muncul dengan bentuk bermacam-macam.

Seperti halnya rekasi alergi lain, reaksi alergi yang disebabkan oleh obat umumnya terjadi pada pajanan berikutnya. Jadi biasanya bisa saja pada 1-5 tablet pertama yang diminum tak tampak reaksi alerginya. Fase ini disebut fase pengenalan (sensitisasi). Lamanya waktu yang diperlukan untuk fase pengenalan ini berbeda-beda sehingga lamanya muncul alergi juga berbeda-beda. Jadi sering terjadi awalnya tenang-tenang saja, eh... setelah beberapa hari baru muncul rekasi yang tak mengenakkan ini.....

Reaksi obat secara teoritis lebih mungkin terjadi pada orang yang sering mengalami alergi. Namun mungkin pula terjadi pada orang yang tak diketahui pernah menderita alergi.

Berhati-hatilah mengkonsumsi obat. Makin sering konsumsi obat, makin besar kemungkinan muncul alergi, karena banyak obat memiliki struktur yang mirip. Sehingga sensitisasi awal terhadap obat A, bisa saja muncul reaksi alergi saat minum obat B, karena kemiripan struktur ini.

Yang penting, segeralah hentkan obat bila muncul reaksi yang tak diharapkan saat mengkonsumsinya......

18 comments:

  1. Nice reading. Entah kenapa ketika usia sudah 1/3 abad lebih saya termasuk kelompok orang yang mulai mengalami alergi, tepatnya bercak2 merah di kedua lengan. Meskipun saya pernah berobat ke LN, sayangnya sampai saat ini, saya masih tidak mengetahui penyebab alergi tsb, apakah obat atau makanan atau dua-duanya. Karena kadang2 masih suka timbul juga, dan hilang kalau mengkonsumsi obat alergi atau vit. C.Tiga paragraph terakhir lebih membuka wawasan saya. Oh yah, Desember tahun lalu saya hampir mau konsul lho sama dr. Susie di RSPI. Jujur saya penasaran dengan pemicu bercak2 merah di lengan saya yang kadang suka timbul-hilang-timbul-hilang. Btw, Merry Christmas and Happy New Year yah dr. Susie :)

    ReplyDelete
  2. Merry Christmas n happy new year juga ya... bercak gatal gak selalu disebabkan oleh alergi ya... bisa juga karena infeksi, misal dari gigi, keutihan, tht... ngobatin kulit gatal sih gampang... yang sulit adalah mencegah agar gak kambuh lagi... itulah kenapa diperlukan observasi mendalam supaya bisa tahu penyebabnya....

    ReplyDelete
  3. Thanks dr. Susie untuk penjelasannya. Uhm, kalau bercak di lengan saya kambuh lagi (mudah2an sih jangan yah), saya akan sempatkan untuk konsul dengan dr. Susie di RSPI yah. Sebenarnya bbrp bulan lagi saya akan kontrol di LN dan sekalian kembali konsul dengan dokter kulit di sana supaya diadakan test alergi, tapi next saya putuskan untuk menemui dr.Susie. Sepertinya mungkin ada yang missed pada saya. Have blessed days yah doc.

    ReplyDelete
  4. Ok dech... Mudah-mudahan gak kambuh lagi ya.....

    ReplyDelete
  5. saya alergi terhadap alkohol. baik yang diasup (minum) maupun kalo terkena langsung ke kulit (bahkan toner wajah kalau tersiram ke kaki saya dan tidak segera saya bilas akan meniggalkan bekas merah seluas yang terkena toner tersebut, walau mengherankan juga wajah saya tidak bermasalah dan kulit kepala saya juga tidak bermasalah terhadap toner wajah dan tonik rambut)

    saya pernah me-reply di bagian cacar ular.
    dari sana saya juga tau kalau saya ternyata juga alergi valasiklovir.

    dari sharing pengalaman itu saya juga tahu tentang SSJ.seminggu kemudian saya baca koran (tdk bermutu menurut saya, cm judulnya terdapat kata "keracunan obat" yang membuat saya menoleh) tentang seseorang yang dinyatakan mengalami SSJ oleh rumah sakit, tetapi sang dokter yang mengeluarkan resep menyatakan hal itu kesalahan apotek karena ada 1 obat yang diganti. parahnya ketika tanda sindrom itu muncul (bibir pecah2), keluarga pasien (pasiennya cacat mental) malah menyalahkan apotek dan bertanya (sambil kompain) ke apotek (bukan ke dokter). setelah seluruh badannya melepuh baru dibawa ke rumah sakit.
    kabar terbaru apoteknya mau di perkarakan ke polisi karena dianggap memberi racun kepada pasien.

    ReplyDelete
  6. Area yang cenderung lebih kering bila teriritasi lebih mudah terlihat gambarannya.. sehingga mungkin saja waktu kamu pakai di wajah dan kepala yang memiliki kadara minyak tinggi gejala tak manifes
    Saya gak bisa komentar untuk masalah keracunan obat sebelum saya mengetahui apa tujuan kamu menanyakan hal tersebut... karena yang namanya reaksi alergi obat adalah sesauatu yang tak bisa diramalkan... sehingga tak bisa menyalahkan orang yang meresepkan...
    Dokter baru dikatakan salah bila memberikan obat yang secara riwayat diketahui memang pernah menyebabkan alergi...

    ReplyDelete
  7. Terus juga tak mudah ya untuk membuktikan obat mana yang menyebabkan alergi... apalagi kalo yang diberikan polifarmasi...
    Utnuk reaksi obat yang berat seperti SSJ, biasanya kita menghindari melakukan pengujian obat ... karena memberikan risiko pada pasien untuk terjadinya SSJ lagi...
    Semoga menjawab ya...

    ReplyDelete
  8. makanan yang aman untuk dikonsumsi penderita sindro s n j ini apa aja ya dok??
    Thanks before :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. tolong dong sebut namanya dulu,.... sesuai peraturan agar pertanyaan dijawab

      Delete
  9. halo dok saya ana. saya pernah alergi obat dan membuat saya gatal2, tapi sy tdk tau obt yg membuat gatal itu apa dok. tadi malam adalah ketiga kalinya sy mengkonsumsi obat yg membuat saya gatal dan deg2an.
    tadi malam saya mengkonsumsi voltadex dan asam mefenamat (obat sakit gigi karena gigi tumbuh). kira2 yg membuat gatal apa y dok?? trus bisa ga si dok tes darah/apa gitu biar tau alergi apa saja? akhir2 ini kalo sy pake sabun yg berbeda,membuat saya gatel dok :( trus setelah mengkonsumsi seafood juga jadi gatel dok padahal dulu tidak.
    mohon jawabanya y dok sy tunggu.
    terimakasih :D

    ReplyDelete
  10. Halo dokter Susie..

    Saya Yuu (nama samaran), saya mempunyai adik bernama Ash, 12thn..
    Ketika di sunat (sirkumsisi) di tempat tradisional, diberi Asam Mafenamat & Cefradoxil.

    Lalu di Mr. P nya mengeluarkan cairan bening, bengkak & mengeluarkan nanah dari luka sunat tersebut, saya & orang tua saya tidak mengerti mengapa demikian, karena bertambah banyak, 2,5 hari kemudian dibawa ke dokter spesialis kulit dan kelamin, ternyata adik saya alergi kedua obat tersebut. Baru diminum Asam Mafenamat 6 tablet & Cefradoxil 5 tablet dalam 2,5 hari. Ayah mempunyai riwayat alergi sedangkan Ibu tidak. Berhubung adik saya tidak mau rawat inap, akhirnya rawat jalan Diberi Nebacetin, dikompres dengan air infus, obat minum Aerius-desloratadine 5mg dan Methylprednisolone 4 mg.

    Ketika dikompres & diberi nebacetin adik saya merasa sakit, membersihkan/kompres dengan air infus menjadi kurang bersih & nanah menjadi bertumpuk. Seminggu kemudian, dibawa kembali ke dokter, adik saya tetap tidak mau dirawat inap, akhirnya diberi rujukan ke dokter bedah untuk membersihkan nanah yang bertumpuk tersebut. Oleh dokter bedah diberi salep Garamycin untuk luka. Serta tetap melanjutkan obat yang pertama yaitu Aerius-desloratadine 5 mg dan Methylprednisolone 4 mg

    Masalahnya sekarang, bengkak pada Mr. P belum berkurang (bengkak nya pada ‘cincin’ di Mr. P, yang seharusnya menyatu dengan Mr. P). Konsul ke dokter lg, malah diberi salep Cendo Xitrol (untuk mata) dioleskan pada daerah cincin yang bengkak di Mr. P

    Sudah seminggu setelah ke dokter, namun belum mereda jg, hanya sedikit kempis (diliat dari daerah cincin yang sedikit keriput)..

    1.Pada daerah ‘cincin’ di Mr. P, masih membengkak, apakah itu normal dok? Kata adik saya, klo dipegang sakit, namun adik saya tidak demam atau panas, apakah itu karena alergi? Adik saya jg mengalami alergi obat bius karena ketika disuntik di Mr. P (ketika disunat), 3hari kemudian di bekas suntikan nya terlihat bekas gelembung seperti cacar namun hilang setelah 2 minggu & mata adik saya menjadi minus sebelumnya tidak.

    2.Mengapa bisa bengkak ya dok pada daerah ‘cincin’ tersebut? Apa itu alergi atau ada hal lain?

    3.Adakah rekomendasi obat untuk daerah ‘cincin’ yang bengkak tersebut dok? Klo ada apa? Lalu apakah obat yang diberikan sudah benar?

    Mohon bantuannya dok..
    Adik saya mabok AC mobil yang parah, baru jalan 10 menit, langsung pusing & muntah.. jadi kami serba bingung untuk membawanya berobat ke rumah sakit yang jauh.. (= =)”

    Terimakasih dokter..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin fixed drug eruption akibat obat minum... tapi apakah ada salap yang dioleskan setelah sirkumsisi? klo ada, masih mungkin akibat obat oles...
      Mestinya mata minus gak berhubungan..tapi untk pastinya ke dokter mata aja
      Coba ke rumah sakit pemerintah yang ada dokter kulitnya... klo bisa yang rumah sakit pendidikan...
      Saya tidak lihat kasus secara langsung tidak bisa memberikan obat apalagi untuk masalah alergi obat...karena risiko alergi terhadap obat lain juga besar...

      Delete
    2. Pagi dokter susie..

      Saya Yuu..
      Adik saya sudah dibawa ke klinik dokter alergi (perempuan) di kebayoran baru, setelah diceritakan kronologis yang sama, dokter disana mengatakan bahwa itu bukan alergi, katanya alergi itu menyeluruh, itu merupakan infeksi.. yang saya bingung, adik saya tidak demam, tidak merasa nyeri kecuali kalau ditekan atau dipencet di daerah cincin.. dokter tersebut malah memberikan antibiotic cefixime, antibiotic tersebut tidak diminum karena adik saya tidak merasakan apa-apa.

      Saya bingung dok, memberikan obat apa karena anaknya sehat-sehat saja

      1.Apakah tanpa obat, daerah ‘cincin’ tersebut bisa kempes dok?

      2.Saya bingung, dokter 1 (dokter A, dokter kulit & kelamin) bilang adik saya alergi obat… dokter 2 (dokter B, dokter bedah umum) ketika membersihkan nanah & sudah bersih tp masih bengkak, hanya menyarankan menyiram nyiram dengan air steril hangat, dokter 2 bilang itu bukan alergi tp tidak bilang infeksi padahal beliau yang membersihkan nanah kering tersebut.. dokter 3 (dokter alergi) bilang seperti hal diatas-bkn alergi.. jadi sekarang, adik saya tidak diberi obat apa-apa, sebenarnya bengkak di cincin itu kenapa ya dok? saya bingung mw berobat kmana lg, setiap dokter memberikan jawaban berbeda..

      3.Stelah sirkumsisi selesai, memang dioleskan salep, tp saya tidak tau salep apa itu, karena salep tersebut tidak diberikan untuk dibawa pulang, apakah salep itu penyebabnya?

      4.Menurut dokter, bagaimana penanganan yang tepat untuk hal itu? (bengkak pada daerah 'cincin')

      5.Dimana ya dok, RS yang menyediakan fasilitas cek alergi obat?


      Terimakasih banyak dokter..
      Blog ini benar-benar bermanfaat..

      Delete
    3. Klo denger ceritanya paling mungkin alergi obat yang tipenya bullous fixed drug eruption, biasanya memang setempat Aja, gak kena seluruh tubuh... Hehehe utk mslh ini yg Lebih paham adalah dokter kulit sih.... Berobat Aja ke dokter kulit yang pertama...
      Alergi obat gak selalu harus dicek...

      Delete
  11. hallo dokter... saya gunawan.. 3 minggu lalu saya batuk dan sampe sekarang baru agak mendingan.. saya sempat dikasi antibitik racikan dan obat batuk yang ada kandungan steroid-nya.. kira2 5 hari lalu di dada saya keluar bintik2 merah spt jerawat sekitar 12 pcs... tapi keluarnya bintik2 merah ini setelah minum ginseng selam 2 hari..apa bintik2 merah spt jerawat ini alergi obat batuk, antibiotik atau ginseng? sebenernya saya sempet ke dokter kulit dan diagnosanya pittyrosporus foliculitis yang katanya karena jamur dr keringat.. tapi saya msh bingung ini sebenernya alergi atau pittyrosporus foliculitis... mohon penjelasannya dari dokter... thanks dokter

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling mungkin sih acneiform eruption krn obat...
      Obat yang mana gak pasti..paling sering akibat steroid..
      Mesti liat bentuknya... Klo pit fol biasanya Ada matanya, titik putih...Dan klo rabu bisa dikerok utk cek lab...

      Delete
  12. hallo dokter... saya gunawan... acneiform eruption saya keluar lagi di tempat lain.. dan skr di wajah saya persisinya di pipi keluar spt benjolan ada 2 pcs tapi bukan jerawat dan sepertinya bentuknya beda dgn acneiform eruption, tapi yang satu hanya bisa diraba saja dan yang satu kelihatan kalo ada spt benjolan yg warnanya hampir sama dgn kulit tp agak merah dikit.. kok saya kuatir ini penyakit yg bahaya... apa mungkin kutil bisa tumbuh di wajah? apa sebenernya gejala karsinoma kaposi? apa perlu dilakukan pemeriksaan untuk benjolan di wajah saya? thanks dokter..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengobati suatu penyakit itu perlu waktu...melihat perkembangan juga gak bisa hitungan hari...
      Silakan berkonsultasi dgn dokter kulit lain untukk second opinion, sehingga lebih menenangkan

      Delete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.