Halo semua rekan yang tertarik dengan kesehatan kulit, semoga artikelnya berguna... Ditunggu selalu komentar dan inputnya... Khusus untuk intermezzo, adalah pengalaman unik selama praktek yang menurut saya cukup menarik untuk dishare... Happy reading...

Sunday, July 17, 2011

Pori besar: si penganggu penampilan!

Istilah pori-pori kerap digunakan untuk merujuk pada lubang/pembukaan (opening) kecil di permukaan kulit. Lubang ini adalah muara unit pilosebasea (kelenjar minyak yang membentuk kesatuan dengan folikel rambut). Selain pori-pori di atas, sebenarnya ada pula pori yang terkait dengan kelenjar keringat. Pori-pori tiap individu memiliki ukuran berbeda.

Penentu ukuran pori

Ada beberapa hal yang dianggap bertanggungjawab terhadap ukuran pori, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor tersebut diantaranya jenis kelamin dan hormonal, genetik, penuaan, pajanan radiasi ultraviolet, penggunaan kosmetik yang bersifat komedogenik, tendensi dan tingkat keparahan jerawat, serta yang tak kalah pentingnya adalah tingkat stress.

Pori-pori besar terkait erat dengan produksi sebum (minyak). Laki-laki, di bawah pengaruh hormon androgen, memiliki kelenjar minyak berukuran besar dan produksi yang tinggi, sehinggaakibatnya pori menjadi lebih besar. Kadar minyak tinggi dengan konsistensi kental akan melalui saluran kecil yang bermuara di permukaan kulit dan meningkatkan risiko sumbatan. Tekanan akan memperbesar ukuran saluran dan muara kelenjar minyak. Pada perempuan, terkait siklus menstruasi, kadar minyak meningkat pada fase ovulasi (pelepasan telur), sehingga pada fase ini pori terlihat lebih besar.

Produksi minyak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, namun ukuran pori kerap membesar saat kita menua, terutama tampak nyata pada orang dengan photoaging, yaitu penuaan akibat faktor luar, misalnya pajanan ultraviolet. Berkurangnya kolagen, menipisnya lapisan kulit vital, dan menurunnya elastisitas dipercaya berpengaruh pada besarnya ukuran pori kulit menua. Individu yang memiliki kulit halus dan pori kecil saat muda biasanya mengeluhkan pori membesar saat berusia di atas 40 tahun.

Pemakaian kosmetik yang dapat menutup pori, misalnya alas bedak yang kental, menyebabkan sumbatan, sehingga ukuran pori menjadi lebih besar. Hubungan antara jerawat dan pori besar bersifat dua arah. Pori yang besar mudah tersumbat, terutama oleh pengaruh luar, dan memicu jerawat. Sedangkan jerawat pada akhirnya juga akan makin memperbesar ukuran pori-pori. Saat stress, terjadi peningkatan hormon androgen. Hormon androgen menyebabkan peningkatan produksi minyak kulit. Akibatnya stress juga berperan dalam pembentukan pori besar.

Akibat pori yang besar

Yang paling mengganggu adalah muka menjadi mudah berjerawat. Pori besar saja mengganggu penampilan, apalagi bila diperparah oleh timbunan jerawat. Tak hanya jerawat meradang, komedo (blackheads) pun sering dijumpai pada si pemilik pori besar. Sebagian mengeluhkan kesulitan memakai (alas) bedak secara sempurna. Butiran (alas) bedak sering mengisi pori-pori yang terbuka itu sehingga memberikan gambaran bintik-bintik sumbatan. Kaum perempuan sangat tak menyukai keadaan ini.

Bedakan dengan lubang bekas jerawat!

Banyak pasien menyamakan pori besar dengan lubang bekas jerawat. Padahal kedua hal ini berbeda. Pori membesar berlokasi di sekitar pipi tengah (dekat hidung), dengan ukuran lubang hampir sama. Sedangkan bekas jerawat yang berbentuk icepick scar, ukuran lubang bervariasi, umumnya tersebar di antara pori yang juga membesar. Kedua masalah ini diterapi dengan cara yang berbeda.

TIPS mengurangi pori besar

Praktekkan tips berikut untuk membantu memperhalus pori anda:

  • Cuci muka secara teratur 3-4x/hari. Jangan lakukan secara berlebihan, malah akan memicu kelenjar minyak bertambah aktif.

  • Gunakan toner/astringent sehabis mencuci muka. Kandungan alkoholnuya yang rendah bersifat degreasing (mengurangi minyak). Tak dianjurkan bagi mereka yang alergi terhadap alkohol.

  • Kurangi stress berlebih karena akan memicu minyak wajah lebih banyak

  • Pergunakan krim-krim yang bersifat exfoliant (mengelupaskan lapisan kulit mati secara ringan), biasanya diresepkan oleh dokter.

  • Lakukan prosedur yang dapat memperbaiki tampilan pori misalnya dengan mikrodermabrasi, ataupun peeling ringan yang bertujuan mengurangi lapisan kulit mati sehingga dapat mencegah munculnya sumbatan berlebih.

Selamat mencoba.

Oya tulisan ini sudah dimuat di majalah Health First edisi Juli-September 2011 yaaaaa....

18 comments:

  1. Ibu saya Putri, tulisan ibu terkait pori-pori ini sangat membantu :). oh ya bu, kalau kita sering berganti-ganti moisturizer bisa menyebabkan pori-pori bertambah besar tidak bu? thanks :)

    ReplyDelete
  2. hai dok saya jelly..p0ri2 saya membesar d sktr pipi dkt hidung..gag tw it k0medo ato jerawat.sebab tiap mlam saya pakai krim anti acne.bengkak na ilang tiap pagi.tapi siang na bengkak lg.ky benj0lan kecl d tengah ada titik htam.tq y d0k

    ReplyDelete
  3. hai dok saya manda,
    mau tanya kalo menggunakan pore pack untuk membersihkan komedo itu boleh gak sih dok?
    ada yang bilang itu membuat pori-pori menjadi tambah besar bener gak ya?

    bisa gak sih kita memperkecil ukuran pori-pori?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Aja...cuma klo komedonya gede ya gak efektif...
      Makin gak dikeluarin, makin gede Komedo, risiko lubangnya jadi permanent
      Susah....bisa coba botox intradermal

      Delete
  4. Dok, saya fenny umur 38th. Benar yg dokter katanya , pas remaja sampai umur 35th muka saya baik2 saja, normal tdk jerawatan. Tapi setelah umur 35 keatas mulailah pori-pori membesar dan muka cendrung berminyak dan berjerawat. Klo mau melakukan mikrodermabation apakah boleh langsung atau memakai krim2 sebelumnya dari dokter ? Trims a lot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Microdermabrasi ringan kok...boleh tanpa krim dulu, asal yang ngerjain gak terlalu berlebihan...

      Delete
  5. Dokter, nama saya Kenny umur 24th. Saya mau bertanya dok, saya pengguna erha dan saya cocok sekali dengan krimnya. Muka saya rentan jerawat apabila memakai produk yang tidak cocok (terutama milia di bagian dahi, dagu dan pipi yg sangat mengganggu). Dan untuk milia apabila sudah mulai keluar susah sekali dihilangkannya dok. Selama ini saya pakai erha AMG 2 untuk pagi + sunblock dan ANC 3 untuk malam. Karena kebetulan saya pindah keluar negeri saya tidak bisa beli produk erha lagi dok.

    Untuk saat ini kulit saya tidak bermasalah dok walaupun AMG 2 sudah habis, untuk pagi saya hanya pakai benzoyl peroxide di bagian berjerawat + sunblock. Tapi untuk malam saya masih pakai ANC 3 dan saya yakin krim inilah yg membuat kulit saya tetap mulus. Kalau boleh tau kandungan ANC 3 ini apa ya dok? Karena saya ingin mencari produk dengan kandungan serupa karena saya tidak mau milianya keluar lagi dok.

    Terima kasih banyak sebelumnya.

    ReplyDelete
  6. Isinya tretinoin, benzoyl peroksida, azelaic acid... Coba kamu ganti dgn differin

    ReplyDelete
  7. halo dok, saya ida 17th
    saya punya masalah, pori-pori wajah saya besar bgt, terutama di daerah pipi dan hidung. hal ini mgkn karena saya dulu punya kebiasaan mengambil komedo putih sendiri (dgn sendok una). krn takut semakin besar, sy hentikan kebiasaan itu. jd skrg pori2 saya tetap tersumbat komedo putih dok. selain itu saya punya problem jerawat kecil2 *ada isinya di dahi dan pipi. treatment apa yg cocok ya dok? saya gerah soalnya wajah keliatan bolong2 dan gak halus gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Millium tetap harms dibersihkan krn merupakan cikal bakal jerawat... Stelah itu tetap perlu pakai krim malam untuk pernaikan kulitnya...ke dokter terdekat ya

      Delete
  8. hai dokter saya yusanti,
    saya sekarang ini sedang menggunakan obat dari erha clinic medan,perawatan saya sih untuk komedo saja,tetapi dikasih krim seperti erha7 juga untuk pagi dan siang hari,sedangkan obat komedo dipake untuk malam hari saja. Saran dari dokter saya sama sekali gak boleh bermake up.

    yang mau saya tanyakan apakah apabila saya memaksakan untuk memakai kosmetik akan merusak wajah saya,atau saya boleh memakai kosmetik dengan obat dokter secara berbarengan?

    mohon info nya dok.
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Make up memperlambat hasil yg diinginkan... Sesekali Aja sih boleh....Jgn keseringan...

      Delete
  9. Sore Dokter, saya yudi male 30

    Dok, belakangan di lengan saya bagian dalam kulitnya berbintik banyak sekali. Seperti orang merinding tapi ndak ilang. Warnanya sewarna kulit dan ada yang mengkilat. Ukuran bintiknya seperti pori-pori kulit. Akan sangat terlihat kalo saya arahkan ke cahaya jadi siluetnya jelas sekali. Ndak gatal Dok. Cuma saya bingun ini apa ya. Sebelumnya tidak ada. Terakhir saya cek juga sudah ada di perut saya dekat pusar. Mohon bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Molluscum contagiosum? Lichen nitidus? Coba browsing ya

      Delete
    2. Terima kasih Dok, Saya Yudi

      Saya sudah surfing dari dua dugaan dokter sepertinya cenderung ke Lichen Nitidus. Cuma bintiknya ndak semenonjol gambar2 di internet. Oia Dok, apakah LN bisa karena alergi obat karena sebelumnya saya konsumsi obat anti jamur 10 hari untuk indikasi panu di lengan.

      Saya agak ragu sebenarnya. Apa boleh saya kirim foto Dok?

      Delete
    3. Coba ke dokter kulit terdekat Aja ya spy pasti...saya gak trima konsultasi foto Soalnya...

      Delete

Sebutkan nama terlebih dahulu, bila ingin mendapatkan respons...thank you.. Tanpa nama akan langsung saya hapus ya......

Note: Only a member of this blog may post a comment.